Tektok Gunung Ungaran via Promasan

Puncak gunung ungaran jawa tengah - Piknik Dulu

Tektok gunung Ungaran — Awalnya niatan untuk tektok ke gunung ungaran itu udah lama banget, karena suatu hal jadi molor lama.

Nah, baru tanggal 31 agustus 2020 acara naik puncak ungaran terlaksana.

Aku mengajak beberapa orang, tapi yang bisa ternyata cuma dua orang, yaitu saudara Jaya dan teman saya Doni.

Yasudah daripada tidak sama sekali, dan memang moodnya sedang semangat-semangatnya, harus berangkat.

Teman saya ngajak berangkat sore hari, kami berangkat jam 4 menuju lokasi menginap.

Rencana kita akan menginap di Promasan di rumahnya Pak min dan besok paginya baru summit ( menggapai puncak gunung ).

Rumah Pak Min di Promasan

Jadi di rumah milik Pak min ini mirip basecamp, tapi menurut saya tepatnya sebuah rumah yang bisa disinggahi para pendaki atau para wisatawan yang datang ke Desa Promasan, atau gampangnya warung jajan.

Desa promasan sendiri desa terakhir sebelum mencapai puncak. Desa ini dikelilingi kebun teh yang sangat luas.

Kalau kamu mendaki lewat jalur mawar juga bisa singgah ke desa Promosan.

Selain itu didekat desa ada Candi promasan yang masih ada kaitanya dengan candi Gedong Songo.

Konon katanya candi-candi dibangun mengelilingi gunung Ungaran.

Jika hari libur promasan banyak dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati kebun teh, hanya saja akses jalan ke Desa promasan didominasi bebatuan terjal. Dan ada seseorang nyeletuk memang jalanya tidak ada yang manusiawi apa? saya cuma tersenyum saja.

Saya malah senang jalan seperti itu, dan berharap akan terus begitu.

Kalau kamu kesini saya sarankan jangan menggunakan motor matic.

Lanjut, klkarena hari pendakian adalah hari minggu malam senin, orang yang akan mendaki via Promasan hanya kami bertiga. Dan yang lainya sekedar camping disekitar promasan.

Di rumah pak Min, kita bisa makan dan membuat minuman kita sendiri.

Suasana seperti di rumah sendiri, saya merasa seperti anak sendiri saat disuruh makan.

Setelah santap malam kami bertiga ngobrol sampai sekitar jam 10, dan bertemu beberapa orang yang camping dipromasan.

Oh, ya kamu kalau tidak ingin mendaki dan hanya ingin camping saja bisa kok disini, hanya saja saya tidak ada pemandangan kota. Karena tempatnya seperti lembah.

Setelah puas ngobrol kami mencoba untuk tidur…

Tapi karena saya sering tidur malam, cukup sulit untuk tidur bahkan bisa dibilang cuma memejamkan mata sampai jam 3 pagi, alias cuam tiduran, haha.

Puncak Gunung Ungaran

Sekitar jam 3 pagi kami bangun dari tiduran. Tapi kawan saya yang 1 bisa tidur walaupun tidak pulas.

Mempersipkan badan dan peralatan, setelah itu kami mulai perjalanan sekitar jam setengah 4 pagi lebih.

Estimasi waktu sekitar 2 jam sampai puncak. Disini kita tidak mengejar sunrise, yang penting bisa sampai puncak aja. Kalau dapet sunrise berarti bonus.

Awal perjalanan kita sempat nyasar 2 kali menghabiskan waktu sekitar 30 menitan, niatnya mau nerobos, ternyata jalurnya tidak terlihat, yasudah akhirnya menggunakan jalur utama saja.

Sekitar jam setengah 5 , kami baru sampai batas kebun teh dan hutan.

Setelah berjalan kurang lebih 1 jam setengah akhirnya kami sampai puncak gunung ungaran.

Karena lupa tidak membawa pelindung telinga maka terpaksa harus merasakan perihnya telinga, untung bisa berlindung dibalik bebatuan. Jadi kalau kamu kesini jangan lupa sama perlataan kayak saya hehe.

Setelah sampai, kami langsung bergegas untuk sarapan. Simple cuma roti dan minum energen saja, karena memang siangnya kami berencana makan di Pak min lagi.

Saat itu cuaca sedang cerah-cerahmya  hingga gunung Merbabu dan gunung Merapi terlihat jelas. Sementara matahari terus meninggi.

Setelah cukup puas dengan suasana diatas, kami berencana ke puncak sebelah yaitu puncak botak. Puncak ini bisa dicapai via Jalur Gedong Songo.

Hanya saja karena waktu dan kekurangan informasi mengenai medan yang akan dilewati membuat kami memutuskan untuk kembali turun saja.

hutan puncak gunung ungaran ke arah puncak botak
hutan puncak gunung ungaran ke arah puncak botak

Sekitar jam 8:45 kami mulai turun, sekitar 1 jam lebih kami sampai dirumah pak Min lagi.

Karena samalam belum tidur kami memutuskan untuk tidur sebentar saja.

Semalam bertemu beberapa teman baru yang camping disitu tapi ternyata promasan bukan lokasi yang mereka inginkan. Karena sebenarnya mereka ingin melihat citylight sementara di Promasan tidak akan mendapatkan hal itu.

Pada akhirnya saya ajak mereka ketempat yang saya sebut surga tersembunyi di Gunung Ungaran. Semoga mereka menyukainya.

Setelah itu teman saya memilik ide untuk mandi di Curug lawe medini. Saya akan pisahkan saja ceritanya hehe.

Peralatan yang saya bawa

  • Tas 2,5L
  • Sleeping Bag ( untuk selimut )
  • Jaket
  • 2 Baju ( untuk naik dan pulang )
  • 2 Celana ( panjang dan pendek )
  • Sepatu dan sandal
  • Kemeja flannel
  • Air 600ml
  • Beberapa snack

Estimasi waktu dan biaya:

  • 1 jam dari rumah ke desa Promasan
  • 1,3 jam naik puncak
  • 1 jam lebih turun puncak
  • Makan 2 kali cuma habis 24 ribu
  • Bensin 20 ribu
  • Konsumsi/jajan 40 ribu ( opsional )

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar, atau ada hal yang ingin ditanyakan bisa langsung komentar dibawah.

Noviyanto ian
Noviyanto hobi depan komputer, traveling kalau ada duit, pekerja serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top